Jumat, 30 Desember 2011

Tinjauan pustaka Kajian Perubahan sosial



Setiap masyarakat selama hidupnya pasti mengalami perubahan. Perubahan- perubahan tersebut ada yang menarik dalam arti mencolok, adapula yang pengaruhnya terbatas maupun luas. Serta adapula perubahan yang lambat sekali akan tetapi adapula yang berjalan dengan cepat (soeknto,1997:333).

Gillin dan gillin mengatakan perubahan sosial sebagai sebagai suatu variasi dari cara- cara hidup yang telah diterima baik karena perubahan kondisi geografis .kebudayaan material , komposisi penduduk, ideologi maupun karena adanya difusi atau penemuan- penemuan baru. Defenisis lain dari selo soemardjan bahwa perubahan sosial adalah gejala perubahan- perubahan pada lembagakemasyarakatan didalam suatu masyarakat ,yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk didalamnya nilai, sikap, dan pola perilaku diantara kelompok- kelompok dlam masyarakat. Tekanan pada defenisi ini terletak pada lembaga kemasyarakatan sebagai himpunan kelompok manusia, perubahan- perubahan mana kemudian mempengaruhi segala struktur masyarakat lainnya (soekanto, 1997:337)

Banyak yang digunakan untuk mempengaruhi perubahan
Metode ini biasanya dipilih berdasarkan asumsi tertentu chann dan Benne mengemukakan tiga jenis strategi yang mereka sebut dengan
  1. rasional emphiris
  2. normatif edicatif
  3. pelaksanaan kekuasaan
starategi pertama berasumsi bahwa manusia adalah rasional dan mereka akan memenuhi kebutuhan mereka sendiri , bila keputusan itu ditujukan kepada mereka . strategi kedua juga berasumsi bahwa manusia adalah rasional tetapi mengakui manusia manusia bertindak berdasarkan norma- norma sosial, pengetahuan dan kepentingan sendiri,karena itulah perlumengembangkan nilai dan siskap maupun pemberian pengetahuan, strategi ketiga berasumsi bahwa manusia beertindak berdasarkan hubungan kekuasaan hubungan kekuasaan sah atau paksaan(lauer, 2001: 495-496)
dengantrjadinya interaksi antara masyarakat dengan jemaah tabligh akan trjadi perubahan pada perilaku, sikap pada masyarakat, karena setiap individu dalammmasyrakat selalu ingin menjadi yangterbaik dibandingkan dengan keadan terdahulu sehingga menyebabakan orang untuk mengambil keputusanpribadi dan akhirnya berpengaruh pada kelompok

kajian tentang stratifiakasi
Dilihat dari sudut pandang ini maka akanterlihat adnya pelapisan sosial didalam masyaraakat. Makin besar pengaruh suatu kelompok maka semakin tinggi pula kedudukannya didalam masyarakat. Jika keduduka kelompok begitu kuat maka kan semaki sulit untuk ditembus oleh kolmpokalainya (Robertson dalam Damsar , 1982:26)
stratifikasi mincul akrena ada interaksi didalam anggota sendiri. Bila orang- orang dalam dalam suatu masyarakat berinteraksi dalam waktu yang lama maka akan cenderung membandingka dan merangking orang atau kelompok yang ada.nilai dan harga mereka secara relatif ditentukan atau diputuska berdasrkan kriteria khusus.status dan peran yang ada dalam masyarakat itu lambat laundievaliasi dan dibandingkan antara yang satu dengan yang lain, akhirnya beberapa status dan peran dipandang lebih penting karena dinilai dan dihargai lebih tinggi dari yang lain(hury:128).
Kriteri yang dapat dipakai dalam menggolongkan anggota- anggita masyarakatdalam suatu lapisan masyrakat adalah sebagai berikut;
  1. ukuran kekayaan
barang siapa yang memiliki kekayaan paling banyak termasuk dalam lapisan teratas, kekayaan tersebut misalnya dpat dilihat pada bentuk rumah yangbersangkutan, mobil pribadi, cara berpakain dan bahan pakian yang dipakai, kekuasaan dalam bebelanja barang- barang mahal dan seterusnya.
  1. ukuran kekuasaan
barang siapa yang memilikikekuasaan atau yang mempunyai wewenang diletakkan pada lapisan atas.
  1. ukuran kehormatan
ukuran kehormatan mungkin terlepas dari ukuran kekayaan dan kekuasaan . oarang yang paling disegani  dan dihormati masyrakat  mendapat tempat teratas . ukuran semacam ini hanya dapat terlihat pada masyrakat tradisional atau golongan tua.
  1. ukuran ilmu pengetahuan
ilmupengetahuan sebagai ukuran dipakai masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan , akantetapi ukuran tersebut kadang- kadang menyebabkan terjadinya akibat negatif , karena ternyata bukan mutu ilmu pengetahuan yang dijadikan ukuran akantetapi gelar kesarjanaanya.sudah tentu hal yang demikian memacu segala macam usaha untukmendapatkan gelar walaupun tidak halal (soekanto 1997;236)
Menurut prof selo soemardjan pelapisan sosial akn selalu ada selam adalam sutau masyrakat terdapat sesutau yang dihargai dan merupakan bibit yangdapt menumbuhkan adnya sistem yangberlapis- lapis.semakin banyak sesutu yang dihatgai dimiliki maka akan semakin tinggi stratanya. Semakin kompleks masyrarakat maka semakin bervariasi pula stratifikasi sosialnya.sesuatu yang dihargai itu dapat berupa uang, atau hal lain yang bernilai ekonomis, politik, dan status sosial seperti tanah, kekayaan, ilmu penetahuan, kekuasaan, kesalehan atau keturunan keluarga terhormat atau bangsawan (waridah dan sukardi,2003: 111).

Organisasi keagamaan dalam kerangka sosiologi
Agam merupakan faktor yag dodminan dalam masyarakat dimana ia mendapat mempengaruhi pola fikir, tingkah laku, gaya hidup sesorang dan juga mempengaruhi sistem sosial dalam masyarakat. Agama dapat mencerminkan pola tingkah laku individu, sekelompok masyrakat, bahkan suatu masyarakat bangsa. Menurut Emil Dhurkeimagama adlah pensucian tradisi yang menyatukan kebutuhan- kebutuhan masyarakat dalam perilaku masyarakatatas tumpuan akhir masyrakat tersebut. Agama berkaitan dengan usaha- usha manusia untuk mengukur dalamnya makna dari keberadaan alam semesta.
Masyarakat

Tidak ada komentar: