Join emridho's empire

Minggu, 29 Januari 2012

Laporan Praktikum Pengujian Kehilangan Berat Akibat Pemanasan Thin Of Film Aspalt (Toft) ( As - 04 )



PENGUJIAN KEHILANGAN BERAT AKIBAT PEMANASAN
THIN OF FILM ASPALT (TOFT)
( AS - 04 )


A.   JADWAL PELAKSANAAN
Hari / Tanggal    : Jum’at /31 Desember  2010
Waktu                 : 07.30 s/d Selesai
Tempat               : Laboratorium Pengujian Bahan  Teknik Sipil    
                              Politeknik Negeri Padang

B.   TUJUAN PRAKTIKUM
a.   Tujuan Umum
Dapat  mengtahui kehilangan minyak pada aspal akibat pemanasan berulang dan untuk perubahan kinerja aspal akibat kehinlangan berat .
b. Tujuan Khusus
1.      Dapat memahami prosedur pengujian kehilangan berat  dengan pemanasan TFOT
2.      Dapat menggunakan peralatan pengujian dengan baik dan benar
3.      Dapat melakukan pencatatan dan analisa data pengujian kehilangan berat akibat pemanasan
4.      Dapat menyimpulkan besarnya nilai kehilangan barat dan membandingkan dengan standar yang digunakan.

C.   REFERENSI
1.      SNI – 03 – 2440 tentang metoda pengujian kehilangan berat aspal.
2.      SK SNI M-29-1990-F
3.      Bahan ajar Bahan Bangunan II, Fauna Adibroto, ST, MT

D.   DASAR TEORI

            Cahaya diketahui memiliki efek yang merusak pada aspal. Kerusakan yang timbul sering berasal dari sinar mata hari , yang akna merusak aspal, dengan di bantu oleh

Factor air dan cairan pelarut lainnya.

            Kerusakan molekul dengan cara ini disebut factor oksidasi, untungnya sinar yang merusak ini hanya dapat mempengaruhi beberapa lapisan molekul lapisan atas aspal. Oleh karena itu , foto oksidasi dianggap kecil pengaruhnya  apabila dilihat dari table aspal keseluruhan. Namun proses di atas tidak dapat di abaikan dalam konstribusinya terhadap proses pengrusakan akibat cuaca pada pad alapisan permukaan tipis aspal.
           
            Karakteristik campuran aspal khususnya mengenai durabilitas sangat tergantung
Pada karakteristik yang tersedia pada lapisan tipis aspal. Untuk mengevaluasi durabitas material aspal tersedia prosedur yang disebut Thin film Oven Test (TFOT) dengan melakukan pembatasan evaluasinya hanya pada karakteristik aspal, seperti kehilangan berat.

Padapengujian ini kita menggnakan metoda TFOT , dimana suatu sampel tipis di panaskan dalam oven selama periode tertentu, dan karakteristik sampel sesudah dipanaskan kemudian diperiksa untuk meneliti indikasi adanya proses pengerasan dari material aspal.

      Pengujian TOFT bertujuan mengetahui kehilangan minyak pada aspal akibat pemanasan berulang, pengujian ini mengukur perubahan kenerja aspal akibat kehilangan berat. Cahaya diketahui mempunyai efek yang merusak pada aspal karena kerusakan yang ditimbulkan sering berasal dari matahari dan dibantu oleh aspek air dan cairan pelarut lainnya.
     
      Kerusakan molekul aspal ini dinamakan oksidasi. Ini dianggap kecil pengaruhnya apabila dari tebak aspal keseluruhannya, namun proses diatas akibat cuaca pada lapisan permukaan agregat.

      Kharakteristik campuran khususnya durabilitas aspal sangat tergantung pada karakteristik lapis tipis aspal. Pada Pengujian ini, suatu sampel tipis dipanaskan. Kemudian diperiksa untuk meneliti adanya proses pengerasan atau proses pelapukan atau proses pelapukan material aspal.

      Pengujian kehilangan berat ini, umumnya tidak terpisah dengan evaluasi karhakteristik sebelum dan sesudah kehilangan berat yang dilihat adalah nilai penetrasi titik lembek dan daktalitas. Untuk itu sangat dianjurkan saat penyiapan sampel dibuat 2 buah sampel.

Untuk mendapatkan material aspal yang akan dipakai untuk campuran, diharapkan pengujian TFOT dan penurunan berat ini tidak terlalu besar, besarnya nilai penurunan berat ini tidak terlalu besar , selisih dari nilai penetrasi sebelum dan sesudah menunjukkan bahwa aspal tersebut peka terhadap cuaca dan suhu.

Untuk menentuakn nilai kehilangan berat akibat pemanasan dapat menggunakan rumus

      Penurunan berat        


      Dimana : A = Berat  sampel + cawan sebelum pemanasan
                      B = Berat sampel  + cawan sesudah pemanasan


E.   PERALATAN DAN BAHAN
      a. Peralatan :
§  Cawan kuningan logam diameter 15 mm dengan tinggi 31 mm
§  Thermometer
§  Oven yang dilengkapi dengan
1.      pengatur suhu untuk memanasi aspal Pada Suhu TOFT
2.      piring logam berdiameter 25 cm, menggantung dalam oven pada proses vertical dan berputar dengan kecepatan 5-6 putaran permenit.
§  Timbangan Digital, kapasitas 3 kg dengan ketelitian 0,001 gtr

b. Bahan :
§  Aspal cair

F.   KESELAMATAN KERJA
      1. Memakai pakaian praktek selama praktikum
      2. Membaca referensi terlebih dahulu sebelum memulai praktikum
      3. Gunakan peralatan sesuai fungsi berdasarkan petunjuk prosedur yang ada
      4. Mengunakan sarung tangan yang tahan panas
      5. Periksalah peralatan sebelum pengujian
      6. Bersihkan peralatan setelah pengujian selesai dilakukan

G.  PROSEDUR PELAKSANAAN
1.   Persiapkan peralatan dan bahan yang diperlukan untuk pengujian ini.
2.   Persiapan Benda Uji
§ Panaskan aspal sampai cair untuk campuran yang merata.
§ Kemudian tuangkan\ benda uji ¾ bagian dari tinggi cawan tersebut, lalu dinginkan benda uji pada suhu ruang.( cawan kosongsudah ditimbang terlebih dahulu )
§ Sampel diperiksa harus bebas air.
§ Setelah itu benda uji dingin timbang beratnya sebagai A

3.      Pengujian Benda Uji
§  Kemudian letakkan beda uji kedalam Oven yang mana suhunya sudah menunjukkan 163°C oven benda uji selam 5 jam  lalu keluarkan benda uji
§  Setelah dingin timbang kembali berat benda uji dan catat sebagai (B)
4. Catat hasil pengamatan pada formulir yang telah disiapkan.
5. tentukan nilai kehilangan berat aspal setelah di panaskan berdasarkan rumus yang telah ditentukan.

G.     DATA PEMERIKSAAN DAN HITUNGAN
Dari hasil pengujian diperoleh data sebagai berikut:
  1. Benda uji I
Berat cawan + aspal keras                 =109,77  gr
Berat cawan kosong                           =57,65  gr
Berat aspal (A)                        = 109,77 – 57,65 = 52,12 gr

-          Berat sebelum pemanasan (A)           = 52,12 gr
-          Berat sesudah pemanasan (B)            = 52,09 gr
-          Berat endapan = A-B = 52,12 – 52,09 = 0,03 gr

Kehilangan berat 
    
   
   
     = 0,057 %
           
  1. Benda uji II
Berat cawan + aspal keras                             =118,18   gr
Berat cawan kosong                                       =56,59  gr
Berat aspal (A)                        = 118,18 – 56,59 = 61,59 gr

Berat benda uji sebelum di panaskan (A) = 61,59 gr
Berat benda uji setelah pemanasan  (B) =  61,58  gr

Kehilangan berat 
    
   

    = 0,016 %
           

  1. ANALISA DATA
Nilai kehilangan berat ini tidak boleh terlalu besar, karena dalam pemakaian akan berdampak pada kehilangan berat yang berakibat pada hilangnya berat minyak yang minyak pada aspal ini sangat penting karena sebagai pelapis nantinya. Apabila pada jalan yang sudah dipakai lama maka zat minyaknya sudah hilang dan mengakibatkan jalan tersebut menjadi getas/ pecah-pecah dan berlubang. Zat minyal pada aspal ini berfungsi sebagai pelapis pekerasan jalan  dari suhu yang berubah-ubah.

I.         KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pemeriksaan dan perhitunggan dari pengujian yang telah dilakukan maka factor oksidasi dari aspal ini relative kecil karna dilihat dari hasil pengujain kehilangan berat rata-rata =
                                                                
                                                                 =  0,037 %
Jadi aspal yang di uji baik digunakan untuk  campuran beraspal untuk jalan aspal (perkerasan jaan lentur).


  1. LAMPIRAN
1.      Data Kelompok    
2.      Skema Prosedur Pengujian
3.      Gambar Prosedur Pengujian
4.      Gambar Peralatan Pengujian.


Tidak ada komentar:

Mengenai Saya

Foto saya
Mahasiswa Teknik Industri Universitas Andalas 2009 Alumni Ponpes Asy-Syarif Angkatan 09,, Alumni Ponpes Madinatul Munawwarah angkatan 06.